Blogroll

GN

Sabtu, 25 Februari 2012

Atheisme adalah Pengingkar: Ber-'agama' lebih baik daripada 'tidak ber-agama'.

 Jika kita memandang kayanya budaya India, penduduknya yang subur, maka lihat "Hukum religius Manu*". Jika kita bertanya2 mengapa Asia Timur mampu tumbuh sebesar itu dalam jangka millenium, maka lihat pemikiran dan hukum Konfusius**. Talmud*** mampu menyulap budak2 Firaun untuk bangkit mengisi deret emas peraih nobel dunia. Al Quran**** mampu membangkitkan gerombolan sub-semitik arab untuk mendominasi peninsula Arabia, mendapatkan harga dirinya yang paling tinggi. Semua bangsa Asia diatas adalah yang terbesar dan pernah mendominasi dunia. Namun bangsa Eropa dengan dendamnya yang membara secara pelan2 menguliti aspek terdalam kita, kitab suci kita. Meniupkan kebohongan bahwa kitab suci Asia yang kejam, pro perbudakan, rasis harus digantikan dengan paham pluralis.
Dakwah IMF, WB, PBB, UNESCO, NAFTA& U.S. foreign policy: “Tinggalkan tahayul agama Asia!”
Itulah hasrat penjajahan era baru, yaitu untuk memenuhi kebuasan dan kerakusan Imperialis*****.
Itulah kebohongan yang diciptakan agar kita semua rela menukarkan keping2 emas kita, menukarkan kitab2 suci kita, menukarkan nafas hidup yang telah menghidupi bangsa Asia selama ribuan tahun untuk digantikan hukum2 Barat!”
Dan Hukum Barat itu tertulis secara samar, dengan tinta putih, hanya beberapa yang mampu membacanya: “Asia sebagai pasokan tenaga buruh murah dan Asia sebagai tambang sumber bahan baku serta kekayaan alam, sapi yang bebas diperah setiap saat. Sekarang dan hingga akhir jaman!”

*http://en.wikipedia.org/wiki/Manusm%E1%B9%9Bti
** http://da.wikipedia.org/wiki/Konfucianisme
*** http://id.wikipedia.org/wiki/Talmud
**** http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an
***** http://en.wikipedia.org/wiki/Postcolonialism

.....................................................................

 Goethe sangat memuliakan hukum Quran!:
Itu milik kita.
Nietzsche memuliakan hukum Manu ‘Veda!
Itu juga milik kita.
Namun Sekarang siapkah kita2 bangsa Asia menemukan sahabat2 kita yang lambat laun berubah menjadi monyet yang ditipu satu dua batang pisang sehingga mengecat pirang rambutnya?
YA! kita lihat teman kita menjadi monyet yang menonjolkan perut buncit terisi limbah sisa peternakan (yang dipack menjadi nugget Mc D). kita lihat teman kita sendiri berkumur Coca-Cola ikut2 latah dengan aksen Inggis terpatah2 mencoba mengeja PLURALISME sebagai jalan hidup dan kebenaran.
Mari, jangan biarkan itu terjadi terhadap sahabat2 kita, bersama kita rapatkan barisan untuk libas Paham Sesat Pluralisme. Musuh Semua Agama.

http://nantakana.wordpress.com/2009/12/02/goethe-islam-dan-uang-kertas/
https://dharmasastra3.wordpress.com/tag/nietzsche/

 .....................................................................

 Atas nama Pluralisme kita membuang kitab suci kita, membuang tradisi kita, membuang konsep ketahanan nasional kita agar kondusif bagi penjajahan post-imperialisme, pembukaan tambang bagi perusahaan multinasional dan masuknya pasar liberal mematikan usaha kecil masyarakat dan koperasi. Pluralisme adalah pengeroposan terhadap setiap sendi2 spiritual kita. Basmi sebelum berkembang.
 .....................................................................

 Atheisme adalah Pengingkar: Ber-'agama' lebih baik daripada 'tidak ber-agama'.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar