Blogroll

GN

Sabtu, 25 Februari 2012

Memuja Manusia, Biarkan Saya Memuja Muhammad

Di kehidupan sehari-hari, individu yang termotivasi untuk sukses akan ‘menyimak’ dengan baik segala macam informasi yang dibutuhkan. Disinilah peran idola dapat membantu kesuksesan tersebut. Individu dapat mengimitasi cara, langkah, untuk mencapai apa yang idolanya capai. Tidak hanya itu, dengan kembali mengingat kesuksesan yang telah diraih idolanya, individu mampu mengontrol segala macam emosi negatif dan mengubahnya menjadi emosi positif.... Untuk remaja, mereka yang memiliki idola positif dikatakan lebih percaya diri dibandingkan mereka yang tidak memiliki idola. Selain itu, remaja yang memiliki idola yang bisa diidentifikasikan dengan dirinya sendiri juga biasanya memiliki nilai akademis lebih baik Efek-efek positif tersebut akan semakin kuat jika remaja memang mengenal secara pribadi idolanya....Secara garis besar, memiliki idola memang lebih berpengaruh pada masa perkembangan anak dan remaja. Namun demikian, idola dapat membantu memotivasi individu mencapai tujuannya, tidak terbatas pada usia. Oleh karena itu, untuk anda yang sedang mengejar mimpi-mimpi, memiliki idola mungkin dapat membantu anda mencapai mimpi tersebut. SUMBER: http://ruangpsikologi.com/pentingnya-punya-idola

ABOVE THE PICTURE. WAS mY iDOLS, AFTER pROPHET mOHAMMAD OFFCOURSE: quotes "I have resolved never to start an unjust war but never to end a legitimate one except by defeating my enemies." Charles XII

 .....................................................................

 DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang


(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954
~ Chairil Anwar ~

 .....................................................................

 Saya wajib mengadopsi sistem irasional dan unrealistik. Saya tidak percaya kepada keadaan diri saya yang sekarang, saya harus belajar keras untuk bermimpi.
Saya harus melatih diri untuk tidak jujur dalam melihat segala sesuatu.
Jika saya jujur kepada kodrat manusia yang lemah, maka benarlah seorang Pascal berkata: “Setetes air mampu membunuh manusia yang tidak berharga dan fana ini.”
Namun saya tidak jujur dan wajib menipu diri saya sendiri dengan membangun kerajaan ideal diatas awan. Pascal menambah “walau 'dia' (manusia) mampu terbunuh hanya dengan setetes air, maka 'dia' lebih mulia dari substansi yang membunuhnya. Sebab pembunuhnya tidak tahu mengenai fitrah alam keberadaan dirinya, sedangkan manusia mengerti, karena 'dia' substansi berpikir yang sadar!”.
Kata Lord Bacon “scientia potentia est” ("knowledge is power"), bahwa kecerdasan dan kemampuan penalaran terhadap hukum2 fisik, maka manusia dapat menguasai alam.
Manusia yang tidak berpikir, dia harganya sama dengan seonggok daging sapi yang digantung di los daging. Seekor sapi disembelih, dipilah2, dipanggang lalu dihidangkan pada meja makan kita adalah karena dia tidak mampu berpikir. Dan kita sebagai manusia memikirkan tentang kegunaan sapi itu. “Sirloin steak” dan “garlic butter”, bahwa eksistensi mereka lebih tepat adalah untuk berada dalam lambung empuk kita .
Jangan mau orang lain berpikir untuk kita, tetapi jadilah manusia yang berpikir untuk diri kita sendiri!

 .....................................................................

 Thomas Carlyle: "Kita tidak bilang bahwa Muhammad membawa hal terbenar, namun Islam adalah yang paling baik jika dihadapkan pada nilai2 keadilan sosial dan kemanusiaan...
Islam, seperti agama besar lainnya, masuk kedalam pemahaman sempurna akan esensi dari manusia. Sebuah takaran berimbang untuk mengukur kondisi jiwa seseorang terhadap relasi duniawinya. Dalam Islam setiap manusia memiliki hak dan fitrah yang sederajat...
Muhammad tidak memaksa seseorang mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya dalam menjamin agamanya. Namun dengan Menyentuh Muhammad mengatakan bahwa "2.5% Penghasilanmu (per-tahun) Adalah Hak Fakir Miskin, orang2 tertindas, orang2 tidak mampu dan cacat/ sakit”.
Suara keadilan yang datang dari langit ini adalah siraman penyejuk bagi tanah gersang yang lama terbakar terik matahari."
(ON HEROES, HERO-WORSHIP, AND THE HEROIC IN HISTORY, Thomas Carlyle 1840)

 .....................................................................

 MANUSIA yang berkualitas selalu memiliki musuh.
Gandhi terbunuh, JFK terbunuh, Lincoln tewas, Yesus tersalib.
Ibarat buah segar dan ranum, jika dia memiliki banyak manfaat, maka orang2 berlomba2 ingin memperoleh dirinya, menghabisi, memanfaatkan, membajak, mencuri, menjual tinggi, menawar murah, berbohong atas harga intrinsiknya, memeram, menikmati kegunaan dll.
Manusia tidak berguna seperti buah yang gugur sebelum waktunya, dia tidak disentuh, maka dia busuk, dia tidak dihiraukan. Karena dia tidak berguna, maka orang2 tidak merasa bahwa dia adalah sebuah ancaman yang patut diperhitungkan. Sesuai proses alam, dia terurai mikroba untuk musnah tanpa berhasil memberi pengabdian bagi masyarakat.
Tidak ada yang membenci seorang budak, sebab budak tidak memiliki hak apapun, maka ‘asasi’ budak dapat dilanggar dalam situasi apapun untuk pelanggaran sekecil apapun.
Banyak yang membenci seorang pemimpin, sebab dia memiliki Hak dan Kuasa.
Oleh karena memiliki Hak dan Kuasa, maka dia bebas melakukan ‘asasi’ apapun dan dalam situasi apapun.
Sebab didalam dunia ini bukan hanya satu atau dua orang saja yang berjuang mencari Hak dan Kuasa, maka musuh2 mengintai dalam situasi apapun dan dalam kesempatan apapun untuk datang menyergap.
Pemimpin tidak mungkin pilih teman saja, karena hanya golongan budak yang tidak memiliki musuh, sebab dia tidak memiliki ‘asasi’.
Seorang pemimpin hidup, maka dia harus memilih 50+1% sekutu dan pilih musuh 50-1%. Setelah kuat dalam stature politik dan paham 'jalan' kuasa, maka mari bersama-sama mengabdi bagi masyarakat. 

 .....................................................................

  Dalam tiap praktek dan relasi kekuasaan akan muncul perbedaan kepentingan antara mereka yang memiliki kekuasaan (Powerful/ Pemimpin) dan mereka yang tidak (Powerless/ Pengikut). Karena terjadi pertentangan dan perselisihan, kekuasaan dinilai negatif oleh mereka yang menjadi korban dominasi.
http://id.wikipedia.org/wiki/Max_Weber

 .....................................................................



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar