Blogroll

GN

Sabtu, 25 Februari 2012

Maaf, Mesti Kaya Dulu .. he..he..

http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=aPsONvqy_SAs
Rasisme bangsa Kulit Putih Australia terhadap bangsa Kulit Berwarna.
Karena punya kemakmuran dan kualitas, maka bisa mentang2.
Harus wajib kaya dan makmur dulu biar bisa rasis.
Hidup KEMAKMURAN ! Kita akan diskriminasi yang kurang makmur.
Pelajaran pertama mulai dari mengeksploitasi suku2 terbelakang (dalam kata lain menyita hak hidup yang tidak berhak hidup), persis seperti yang bangsa Australia praktekkan 200 tahun silam kepada suku Aborigin hingga sekarang.
Siapa yang bisa menentang negara kaya? Kaya berarti superpower. Berarti diridhai Tuhan.
Sedikit kejam nggak kenapa, yang penting anak cucu kita bisa kaya dan berkuasa. Uang bisa membeli citra, mengubah yang putih jadi hitam atau sebaliknya. Uang adalah sulap. Anugerah Illahi kepada umat manusia. Untuk menggerakkan uang dibutuhkan kecerdasan dan inteligensi, plus percaya diri dan cinta ras.
Uang dapat menulis sejarah dalam versinya sendiri.
Bahkan merubah nasib dan takdir.

 .....................................................................

 Jangan tanya "Darimana uang yang kau makan itu!", namun tanya "Berapa banyak uang yang engkau makan itu!" Sebab setiap digit 0.01 sen menentukan derajat status seorang manusia. Tiap2 keping uang membedakannya antara manusia bebas dari yang tidak bebas!

Marilah kita mulai dari diri kita sendiri untuk tidak malu2 dalam hal uang. sebab uang penentu nasib kita. Apakah untuk menjadi seperti orang kulit putih makmur yang sombong atau gerombolan pengungsi pra-sejahtera tanpa harga diri yang hidup dari mengais sisa sampah.

 .....................................................................

 Ketika tahun 1888 Cecil Rhordes yang kere itu datang ke Afrika menemukan Maharaja Diraja Afrika mengenakan mahkota dengan berlian 30c.
Dalam hatinya ia bersuara "Monyet itu tidak pantas, saya lebih pantas memilikinya".

Tuhan mendengar doanya: Mimpinya berhasil! kini De Beers mengekspor “$5 billion of diamonds” per tahun ke seluruh dunia dari perut bumi Afrika.

http://en.wikipedia.org/wiki/De_Beers
http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=81787


 Setelah bisnis Kapas-nya gagal total. Oktober 1871 Rhordes datang ke Zimbabwe dengan uang pinjaman bibi. Melihat pekerja dan hamparan tambang berlian, maka belum ada cara untuk masuk (belum ada modal), dia mulai menawarkan jasa pinjaman pompa air untuk memurnikan berlian dari batu. Sedikit demi sedikit keuntungan dia invest dengan membeli tambang2 mini yang ditinggalkan. Setelah keteguhan hati dan kerja keras. Tahun 1888 ia melakukan merger antara dua perusahaan tambang dan sekaligus menjadi pemegang hak tambang berlian terbesar di tanah jajahan Inggris cabang Afrika. Pada saat kematiannya di 1902, perusahaan Rhordes yang bernama De Beers menguasai 90% pasaran Permata Berlian dunia. Subhanallahi Wabihamdih!
 .....................................................................

 Manusia bisa mati, namun bisa dilahirkan,
Sedangkan sumber daya alam tidak.
Keajaiban kehidupan?

Osama membunuh hanya beberapa ribu jiwa, namun tambang Freeport merampas, menyisakan debu dan nestapa bagi anak cucu kita dimasa depan.
Jumlah kematian mungkin jutaan.

Nyawa manusia hanya sekedar kuantitas, namun yang menentukan kualitas adalah isi, makan apa anak cucumu di masa depan!

Manusia mati satu, namun bisa muncul kembali dalam jumlah yang dilipatgandakan. Asal ada daya dukung pangan/ Sumber Daya Alam.
Dalam proses sejarah peradaban, SDA adalah titik nadi paling krusial jaminan hidup.

Meniru ucapan Stalin, bahwa nyawa manusia hanya sekedar statistik
Manusia dapat lahir dimana saja. Sahara atau kutub selatan.
Tidak sama dengan Minyak, hanya tempat-tempat tertentu.
Minyak habis dipakai, dia tidak pernah dilahirkan kembali.
Produksi tembaga menunjukan grafik penurunan dibanding periode yang sama tahun 2011, itu berarti harus mencari di tempat lain lagi.

Mari kita katakan dengan lantang: "Terhadap 1 juta OSAMA kita tidak takut, namun terhadap 1 deret conveyor tanpa putus yang mengalirkan hasil tambang Grasberg membuat bergetar, gemeletuk gigi, ancaman, teror, kegentaran eksistensi saya, anda, anak cucu kita semua!"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar