Blogroll

GN

Minggu, 11 Maret 2012

Membongkar Mitos Sesat Kesetaraan 'Ras' Lewat Fakta Penyebaran Inteligensi Dunia




Tuhan menyatakan kebenaran kepada Manusia lewat tanda2, Allah Ta’ala berfirman :  “Kami akan tunjukkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami di segala penjuru alam dan di diri mereka sendiri, sehingga menjadi jelas bagi mereka bahwa Allah itu adalah benar adanya. Tidakkah cukup bahwa Tuhanmu itu mempersaksikan atas segala sesuatu”

(QS Fushilat : 53).

Untuk mengetahui tanda2 adalah perihal mudah, namun untuk menterjemahkan tanda2 kearah yang membangun iman dan hidup kita adalah masalah lain, Dia menuntut kecerdasan kontemplasi dan perenungan mendalam.

Gajah mampu mengangkat beban tiga ton, lantas apakah gajah lebih superior dari manusia?
Burung dapat terbang dengan kedua sayapnya apakah dikatakan burung lebih superior dari manusia?
Ikan laut dalam yang dapat menyelam hingga 1000m bawah laut tanpa tabung oksigen apakah lebih superior dari manusia?
Cheetah dapat lari hingga 100-120km/jam lalu apakah manusia beradah dibawah posisi cheetah nilai kemanusiannya?
Standar binatang dan standar manusia itu berbeda. Jangan pakai standar binatang untuk menilai manusia atau sebaliknya standar manusia untuk menilai binatang!

~ YZ

Tuhan berbicara kepada manusia lewat manifestasi, gejala alam, kompleksitas nature yang menyelubungi tempat hidup manusia. “Karena orang yang berbicara dalam suatu bahasa yang tidak dikenal oleh jemaah, bukan berbicara kepada manusia, melainkan kepada Allah. Lagi pula, tidak ada seorang pun yang mengerti bahasa itu, sebab ia mengatakan hal-hal yang rahasia dengan ruhnya”.

(1 Korintus 14:2).

Dialog manusia membawa dia ke dalam "antara manusia dan manusia," tetapi juga ke dalam ranah "antara manusia dan Tuhan." Karena Tuhan adalah “Engkau Yang Kekal” di dalam Dia "garis panjang suatu hubungan bertemu."

~ Rav Martin Bubber

KEUTAMAAN ARAB: “Ibn Taymiyah berkata bahwa menurut keyakinan Ahl al-Sunnah wa al- Jamaah, bangsa Arab lebih unggul/utama (afdhal) dari bangsa non-Arab (al-fajam) entah bangsa Yahudi, Syriak, Romawi, Persia atau bangsa- bangsa lain. Sementara itu, suku Quraish adalah suku paling utama di antara bangsa Arab. Di antara suku Quraish sendiri, puak Bani Hasyim adalah yang paling utama, sementara di dalam puak itu sendiri, Nabi Muhammad adalah yang paling utama. Dengan demikian, Nabi adalah manusia paling utama dan unggul, baik secara esensial (nafsan) atau keturunan (nasaban).  Keunggulan dan keutamaan bangsa Arab bukan semata-mata karena dari mereka lahir Nabi Muhammad, tetapi esensi mereka memang lebih unggul ketimbang bangsa-bangsa lain (bal hum fi anfusihim afdhal).”

KEUTAMAAN PERSIA : ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”

KEUTAMAAN YAHUDI :  Allah mengiring pemberian "Taurat" kepada Musa dengan firman-Nya: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilih engkau lebih dari manusia-manusia yang lain di masamu, untuk membawa risalah-Ku dan menyampaikan kepada hamba-hamba-Ku. Aku telah memberikan kepadamu keistimewaan dengan dapat bercakap-cakap langsung dengan Aku, maka bersyukurlah atas segala kurnia-Ku kepadamu dan berpegang teguhlah pada apa yang Aku tuturkan kepadamu. Dalam kitab yang Aku berikan kepadamu terhimpun tuntunan dan pengajaran yang akan membawa Bani Isra'il ke jalan yang benar, ke jalan yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi mereka. Anjurkanlah kaummu Bani Isra'il agar mematuhi perintah-perintah- Ku jika mereka tidak ingin Aku tempatkan mereka di tempat-tempat orang- orang yang fasiq."

In his book Race, Evolution, and Behavior: A Life History Perspective (2000), J. Philippe Rushton drew up a list of a whole series of significant statistical differences between blacks, whites, and Asians, which reveals a continuum in which whites regularly occupy an intermediate position between Asians and blacks.

http://www.counter-currents.com/2011/02/interview-on-the-human-sciences-part-3/

http://www.jstor.org/discover/10.2307/3021015?uid=3738224&uid=2129&uid=2&uid=70&uid=4&sid=21100657348666


 http://www.charlesdarwinresearch.org/reb.html

 http://www.harbornet.com/folks/theedrich/JP_Rushton/Race.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar