Blogroll

GN

Minggu, 18 Maret 2012

Penghancuran Melayu baru akan mencapai tingkat paling mematikan jika bukan hanya tanah mereka saja yang dirampas


Menurut Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi tantangan jaman. Dalam suatu tes inteligensi kita mencari tiga bentuk deviasi, yakni dibawah standar, standar, lebih di atas rerata. Demikian pula pada ras manusia, bahwa terdapat 3 jenis manusia, yaitu ras dibawah standar, ras rata2 dan ras super. Bagaimana perbedaan demikian dapat terjadi di bumi yang dikatakan diciptakan Tuhan dengan kapasitas sebaik2nya ?

Kita semua fahami bahwa Evolusi Intelegensi manusia mengacu pada seperangkat teori yang mencoba untuk menjelaskan bagaimana intelegensi manusia telah berkembang dan lebih maju lewat tahap2 dalam waktu dan periode tertentu sehingga membuat sebuah garis pisah frontal antara ras rendah dan ras unggul. Antara ras yang mampu menciptakan kebudayaan manikam dan ras yang tenggelam dalam hawa nafsu permisif peri-kebinatangan (Negro). http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution_of_human_intelligence

Bahwa ras yang rendah sudah jelas menjadi budak, pekerja keras, mereka yang melakukan banyak hal (meskipun diluar keinginan diri dan kaumnya) tanpa dapat menolak. Ras menengah menjadi perpanjangan antara ras rendah dengan ras master. Dan ras yang lebih tinggi derajatnya menentukan peta peradaban di berbagai penjuru belahan dunia.

Jika mata kita memandang secara zahir, maka seakan uang yang hilang bisa kita cari lagi, tanah yang hilang bisa kita beli lagi suatu saat. Namun agama yang hilang, berganti dengan agama yang membuat kita menjadi budak. Adat luhur yang hilang, berganti adat yang membuat kita jadi permisif. Gen kita yang dipaksa luntur, ketika yang unggul dipaksa campur dengan darah kotor ras hitam. http://melayuonline.com/ind/opinion/read/512/dosa-dosa-para-pemimpin-melayu-nusantara

Jika yang dua terakhir hilang, maka Dewa-Dewi apapun tidak akan mampu menyelamatkan. Sebab masa depan suatu Peradaban bukan tergantung pada kekayaan yang dihimpunnya atau sumber daya alam yang berada di peradaban tersebut. Peradaban hanya besar dan mampu mencapai ketinggian derajatnya jika diiringi kapasitas dan kualitas genetika ras yang kuat saja. Penghancuran Melayu baru akan mencapai tingkat paling mematikan jika bukan hanya tanah mereka saja yang dirampas, ketahanan politik saja yang dilucuti. Namun ketika agama diganti, pilar budaya dirubuhkan dan kualitas genetika mereka dicampur dengan gen ras yang lebih rendah.

~Yz (Pengamat budaya dan peradaban)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar