Blogroll

GN

Senin, 05 Maret 2012

Ketuanan Etnis Bagi Peradaban Arya Nusantara ?



Ketuanan Etnis tertentu bagi saya adalah suatu kepastian nilai, tradisi dan budaya. Ketuanan etnis bagi  sebuah Negara dapat menjamin apakah Negara itu maju atau sengaja dibangkrutkan lewat sebuah slogan yang penuh daya rusak dan tipu daya seperti “Liberté, égalité, fraternité”. Ketuanan etnis ialah ketika manusia menerima konsep peradaban hanya dari etnis yang paling gemilang sebagai  pondasi  Membangun Bangsa.

Kaum Idealis mengklaim ada sebuah absolute  diatas realitas. Sebaliknya kaum materialis berpendapat bahwa tidak ada realitas selain yang nampak/ kebendaan.
Objektivisme menggabungkan kedua prinsip diatas dan melangkah lebih jauh dengan menerima manusia sebagai bagian dari integritas (satuan keseluruhan) aspek materi dan rohaniah. Yang lalu dimana melakukan pereduksian secara deduktif sehingga bahwa ada satu eksistensi yang berlaku dan itu tersusun dari penggabungan daripada kedua aspek. Yang satu akhir itu didapat setelah kita menerima identitas dua hal yang awal http://ldolphin.org/mystery/chapt7.html.

Hidup di dunia itu mencari yang pandai, reproduktif, sehat cantik, indah dan kaya .. ..

ada yang sebaliknya .. .. ?

Jika ada yang mencari keburukan di dunia ini, maka Tuhan tidak akan perlu menciptakan kebaikan, Ia akan menciptakan keburukan saja. Dan ujung2nya dunia itu tidak perlu diciptakan jika memang ditujukan untuk memakmurkan kualitas keburukan.
Keburukan adalah stagnansi “Kesetimbangan thermostatik”. http://wiki.unnes.ac.id/articles/e/n/t/Entropi.html Sebaliknya Kebaikan, dia mengekspansi keberbagai arah, dia adalah sebuah probabilitas, proses transformasi energi, http://en.wikipedia.org/wiki/Biological_thermodynamics.  Ibarat Tuhan yang memperbaiki cahaya-Nya secara berkala:
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [التوبة : 32]
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32)

Thermodinamika non-seimbang http://en.wikipedia.org/wiki/Non-equilibrium_thermodynamics, sebuah organisme kreatif, manusia sang Khalifatullah penguasa alam, fastabiqul khoiroot” (berlomba menuju kebaikan). Dia manusia yang selalu berjuang dengan tenaga, daya-upaya dalam  mengembangkan kebaikan penuh yang total dan tuntas.


~yz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar