Blogroll

GN

Jumat, 02 Maret 2012

Sungkem bukannya simbol kerendahan derajat


Dalam budaya Jawa, seseorang “sungkem” kepada orang yang lebih tua adalah suatu perbuatan yang terpuji. Sungkem bukannya simbol kerendahan derajat, melainkan justru menunjukkan perilaku utama. Sungkem adalah merupakan bentuk penghormatan tulus kepada orang tua dan pinisepuh. Pada waktu sungkem ( menghormat dengan posisi jongkok , kedua telapak tangan menyembah dan mencium lutut yang di-sungkemi), keris yang dipakai pengantin pria dilepas dulu dan dipegangi oleh perias, sesudah selesai sungkem , keris dikenakan kembali. Orang tua dengan baru menerima penghormatan berupa sungkem dari putra putrinya dan pada waktu yang bersamaan juga memberikan restunya supaya keduanya menempuh hidup rukun, sejahtera.

Xiao (孝) adalah doktrin Konfusianisme yang diciptakan oleh Konfusius. Xiao dapat diterjemahkan sebagai perbuatan yang menunjukkan bakti kepada orang tua seperti mendukung dan melayani mereka. Menurut ajaran Konfusius, xiao dianggap sebagai kewajiban mutlak bagi seseorang. Dengan berbakti kepada orang tua, maka moral akan tumbuh di sebuah keluarga. Selanjutnya tatakrama dalam keluarga akan secara langsung mempengaruhi pemerintahan di suatu negara. Bagi Konfusius, xiao adalah prinsip terpenting yang dapat menjaga fondasi suatu negara. Karena Konfusianisme menyebar ke berbagai negara seperti Korea, Jepang dan Vietnam, maka ajaran xiao berpengaruh di negara-negara tersebut. http://id.wikipedia.org/wiki/Xiao

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar